Air Fryer vs Oven Listrik: Mana yang Lebih Hemat dan Cocok untuk Keluarga?
Halaman ini memuat link afiliasi Shopee. Kalau kamu beli lewat link ini, kami dapat komisi kecil tanpa biaya tambahan untukmu.Selengkapnya. Harga bisa berubah, selalu cek harga terbaru di Shopee.
Dua alat ini sering dibilang sama-sama bisa memanggang. Bedanya ada di ukuran, kecepatan, dan listrik yang terpakai. Ini perbandingan yang bisa kamu pakai untuk memutuskan.
Mana yang lebih hemat listrik?
Air fryer biasanya lebih hemat per sesi masak, bukan per jam. Alasannya waktu: air fryer cepat panas dan makanan cepat matang, sedangkan oven perlu pemanasan awal yang lebih lama.
Contoh hitungan dengan tarif Rp1.444,70 per kWh. Angkanya perkiraan maksimum, karena termostat membuat alat menyala-mati bergantian:
| Air fryer 1.500 W | Oven listrik kecil 1.200 W | |
|---|---|---|
| Waktu masak (contoh) | 20 menit | 40 menit termasuk pemanasan |
| Listrik | 1,5 × 20/60 = 0,5 kWh | 1,2 × 40/60 = 0,8 kWh |
| Biaya per sesi | sekitar Rp720 | sekitar Rp1.160 |
Selisihnya sekitar Rp440 per sesi. Kalau kamu memakainya sepuluh kali sebulan, selisihnya sekitar Rp4.400. Jadi alasan memilihnya sebaiknya soal kegunaan, bukan penghematan besar.
Sebagai pembanding, uji di Inggris oleh Which? menemukan air fryer memakai sekitar 0,29 kWh untuk kentang goreng, sedangkan oven bawaan sekitar 0,86 kWh. Itu uji dengan alat dan porsi di Inggris, jadi pakai sebagai gambaran arah, bukan angka pasti untuk dapurmu. Dan untuk masak makan besar sekaligus, oven tetap bisa lebih murah karena satu kali nyala dipakai untuk banyak hidangan.
Perbandingan lengkap
| Hal yang dibandingkan | Air fryer | Oven listrik |
|---|---|---|
| Kapasitas | Biasanya 1,5–2 liter di banyak model | Sekitar 10–20 liter untuk oven kecil |
| Pemanasan | 2–3 menit | 10–15 menit |
| Cocok untuk | Gorengan, ayam, kentang, nugget, camilan renyah | Kue, roti, panggangan banyak sekaligus |
| Untuk keluarga besar | Perlu masak bergantian | Muat lebih banyak |
| Perawatan | Keranjang mudah dicuci, tapi perlu rutin | Ruang lebih luas, lebih lama dibersihkan |
| Harga | Mulai terjangkau | Mulai terjangkau, tergantung ukuran |
Kapan pilih air fryer?
- Keluarga kecil (2–4 orang) yang sering makan gorengan, ayam, atau camilan.
- Ingin masak cepat tanpa menunggu pemanasan.
- Dapur sempit dan ingin satu alat yang praktis.
Kapan pilih oven listrik?
- Sering membuat kue, roti, atau puding panggang.
- Masak untuk banyak orang dalam sekali jalan.
- Butuh ruang panggang yang luas.
Kekurangan yang perlu kamu tahu
Air fryer: kapasitas kecil, jadi keluarga besar harus masak bergantian. Hasilnya renyah, tapi tidak persis seperti digoreng dengan banyak minyak.
Oven listrik: pemanasan awal lama dan memakan tempat di meja dapur. Untuk satu porsi kecil, terasa boros karena seluruh ruang oven ikut dipanaskan.
Jadi, pilih yang mana?
- Keluarga kecil, sering makan gorengan atau camilan renyah: air fryer.
- Suka kue dan roti, atau masak untuk banyak orang: oven listrik.
- Punya dana dan ruang untuk dua-duanya: air fryer untuk harian, oven untuk kue dan acara.
Sumber
- Perbedaan air fryer dan oven (Toshiba Lifestyle)
- Air fryer vs oven listrik, mana yang memasak lebih baik (MomsMoney Kontan)
- Air fryer vs oven vs deep fat fryer (Which?, uji di Inggris)
- Tarif listrik PLN 12–18 Juli 2026 (Kompas TV)
Harga dan tarif dicek: Oktober 2026.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Air fryer boros listrik?
Dayanya cukup besar, sekitar 1.000–1.500 watt, tapi dipakai singkat. Satu sesi 20 menit pada 1.500 watt sekitar 0,5 kWh, kira-kira Rp720 dengan tarif Rp1.444,70 per kWh.
Air fryer bisa menggantikan oven?
Untuk gorengan, ayam, kentang, dan camilan renyah, bisa. Untuk kue, roti, atau memanggang banyak makanan sekaligus, kapasitas air fryer (sekitar 1,5–2 liter di banyak model) biasanya kurang.
Air fryer perlu minyak?
Biasanya hanya sedikit atau tanpa minyak, tergantung resep. Hasilnya renyah tapi tidak persis sama dengan digoreng deep fry.