Pilihan Ibu

Beranda › listrik

Cara Menghitung Biaya Listrik AC per Bulan (Contoh Rupiahnya)

Oleh Bu Rina · Diperbarui ·Berdasarkan riset

Jawaban singkatKalikan daya AC (watt) dengan jam pemakaian per hari, bagi 1.000, lalu kalikan tarif listrik per kWh dan 30 hari. Contoh: AC 1/2 PK sekitar 400 watt yang menyala 8 jam sehari menghabiskan kira-kira Rp140.000 per bulan, AC 1 PK sekitar 840 watt kira-kira Rp290.000. Itu batas atas, tagihan aslinya biasanya lebih kecil karena kompresor tidak menyala terus.

Halaman ini memuat link afiliasi Shopee. Kalau kamu beli lewat link ini, kami dapat komisi kecil tanpa biaya tambahan untukmu.Selengkapnya. Harga bisa berubah, selalu cek harga terbaru di Shopee.

Tagihan listrik naik waktu AC sering menyala, tapi berapa persisnya? Kamu bisa menghitungnya sendiri dalam lima menit, tanpa perlu paham listrik.

Berapa rumus biaya listrik AC?

Ada dua rumus yang perlu kamu ingat:

  • kWh = watt × jam pemakaian ÷ 1.000
  • Biaya per bulan = kWh per hari × tarif per kWh × 30

Angka watt ada di label AC. Tarif per kWh ada di tagihan atau struk tokenmu.

Berapa watt AC 1/2 PK dan 1 PK?

Angkanya beda-beda tergantung merek dan apakah AC itu inverter. Sebagai patokan umum:

Jenis ACKisaran dayaContoh yang dipakai di sini
1/2 PK350–500 watt400 watt
1 PK700–1.000 watt840 watt
1 PK low wattsekitar 660 watt–

Ingat, PK itu kemampuan mendinginkan, bukan jumlah listrik yang dipakai. Angka pasti untuk AC-mu ada di label unit.

Contoh hitungan: AC menyala 8 jam sehari

Pakai tarif Rp1.444,70 per kWh (golongan 1300VA nonsubsidi, tarif yang berlaku Juli 2026):

AC 1/2 PK (400 W)AC 1 PK (840 W)
kWh per hari400 × 8 ÷ 1.000 = 3,2 kWh840 × 8 ÷ 1.000 = 6,72 kWh
kWh per bulan96 kWhsekitar 202 kWh
Biaya per bulansekitar Rp139.000sekitar Rp291.000

Kalau rumahmu 900VA nonsubsidi (Rp1.352 per kWh), hasilnya sedikit lebih kecil: sekitar Rp130.000 untuk 1/2 PK dan Rp273.000 untuk 1 PK.

Kenapa tagihan asli biasanya lebih kecil dari hitungan?

Karena angka watt di label adalah daya saat kompresor bekerja. AC non-inverter menyala-mati bergantian begitu suhu tercapai, dan AC inverter menurunkan kerjanya sendiri. Jadi hasil hitungan di atas adalah batas atas, bukan tagihan pasti.

Satu penelitian yang membandingkan dua AC di ruangan 3 × 3,5 meter dengan suhu 25°C menemukan selisih besar: AC inverter memakai sekitar 28,8 kWh sebulan, sedangkan AC non-inverter sekitar 78,1 kWh. Dua-duanya jauh di bawah hitungan maksimum.

Cara mendapat angka yang sebenarnya

  1. Beli kWh meter colok (alat kecil yang dipasang di antara stop kontak dan kabel).
  2. Colok AC lewat alat itu selama 3–7 hari pemakaian biasa.
  3. Bagi total kWh dengan jumlah hari, lalu kalikan tarif dan 30.

Tips supaya tagihan AC lebih ringan

  • Atur suhu di 24–26°C, jangan terlalu dingin.
  • Tutup pintu dan jendela, dan bersihkan filter AC secara rutin.
  • Kalau AC sering menyala lebih dari 8 jam sehari, pertimbangkan AC inverter. Baca perbandingannya di artikel AC inverter vs non-inverter.

Sumber

Harga dan tarif dicek: Oktober 2026.

Ringkasan langkah: Cari daya AC dalam watt → Hitung kWh per hari → Cari tarif listrik per kWh → Kalikan tarif dan jumlah hari → Koreksi dengan alat ukur

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Kenapa tagihan asli lebih kecil dari hasil hitungan?

Watt di label adalah daya saat kompresor bekerja penuh. AC jarang menyala penuh terus-menerus, jadi hitungan di atas adalah batas atas.

PK sama dengan watt?

Bukan. PK menunjukkan kemampuan mendinginkan ruangan, sedangkan watt menunjukkan listrik yang dipakai. Dua AC dengan PK sama bisa punya watt berbeda, terutama kalau yang satu inverter.

Tarif listrik yang dipakai berapa?

Contoh di artikel ini memakai Rp1.444,70 per kWh (golongan 1300VA nonsubsidi). Rumah 900VA nonsubsidi sekitar Rp1.352 per kWh. Cek tagihanmu karena tarif bisa berubah.